Kisah Bertemunya Wanita Kembar Yang Lama Terpisah

Kisah Unik Pertemuan Wanita Yang Ternyata Kembar!
Jadigitu.com ~ Selama tiga tahun Bao Lulin mendapati dirinya terus-menerus disangka orang lain. Lulin, seorang pelayan dari Jiuyang di Guizho, Cina selatan, bingung dengan banyaknya orang yang mendekati dan berbicara kepadanya seolah-olah mereka mengenalnya. Mereka akan bertanya tentang pekerjaannya di Provinsi Fujian, menyangka dia menantu sesesorang atau bertanya mengapa dia tidak mengenali mereka. Namun, Lulin belum pernah melihat salah satu dari mereka dalam hidupnya.

http://www.jadigitu.com/2012/12/kisah-bertemunya-wanita-kembar-yang.html

Kisah Unik Pertemuan Wanita Yang Ternyata Kembar!

Wanita 24 tahun ini bersumpah untuk melacak doppelganger misterius dan tertegun setelah menemukan dia mempunyai saudara kembar identik yang dipisahkan darinya sejak lahir. Perjalanan luar biasa Lulin tentang penemuan in i dimulai pada Juni 2009, ketika dia sedang membantu saudaranya berjualan buah ketika ada empat nenek mendekatinya. "Kau telah kembali dari Provinsi Fujian? Kenapa kau tidak memberitahu kami?," Kata salah satu dari mereka. Ketika Lulin bingung , ia bertanya siapa mereka, yang lain mengejek: "Kau pasti dapat banyak uang, dan tidak ingin kenal kita lagi."

Hanya beberapa bulan kemudian seorang pria setengah baya mendekati Lulin, yang bekerja sebagai kasir di sebuah restoran di Jiuyang dan mengatakan kepadanya: "Kau terlihat benar-benar identik dengan salah satu kerabat saya.'' Tidak lama setelah itu, remaja bingung yang tengah makan di restoran mendekati Lulin dan berkata, ''Yanfei, Anda bekerja di sini sekarang?''

Kisah Unik Pertemuan Wanita Yang Ternyata Kembar!

Kisah Unik Pertemuan Wanita Yang Ternyata Kembar!

Lulin memutuskan untuk mencari Yanfei misterius ini tetapi segera setelahnya ia ternyata hamil dan harus menahan rencananya. Ibu satu anak ini berkata: "Gagasan untuk mencarinya selalu ada dalam pikiran saya. Saya ingin mencari setelah anak saya sedikit lebih besar. " Pada akhirnya butuh tiga tahun sebelum Lulin bisa memulai pencariannya.

Pada bulan Oktober Lulin sekali lagi disangka Yanfei di tempat kerja tapi dia melihat kesempatan ini dan berhasil mendapatkan alamat wanita tersebut dari restoran. Bulan lalu Yang Yanfei, sedang bermain dengan anaknya di rumah ketika ia tiba-tiba mendengar ibu mertua dia berteriak, 'Yanfei, ke sini sekarang! " Yanfei merasa khawatir dengan nada ibu mertuanya dan ketika dia berlari keluar seorang wanita berdiri dengan memunggunginya dan tiba-tiba berbalik. Yanfei kaget - Lulin hampir identik dengan dirinya. Yanfei mengatakan: "Saya merasa saya sedang melihat ke cermin." Lulin menambahkan: "Kami merasa seperti kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun."

Ternyata Yanfei dan Lulin diadopsi ketika bayi dan menyadari bahwa mereka pasti kembar yang dipisahkan sejak lahir. Ada kemiripan luar biasa banyak di antara mereka melampaui kemiripan fisik. Mereka berdua menikah pada tahun 2007, kedua suami mereka memiliki nama, Bin, dan anak-anak mereka juga terlihat mirip. Mereka memiliki suara yang sama, sama-sama ramah, gaya berpakaian yang serupa, dan menyukai makanan yang sama. Mereka bahkan memiliki bekas luka yang sama di jari mereka setelah mengalami kecelakaan yang sama ketika mereka berusia enam tahun.

Kisah Unik Pertemuan Wanita Yang Ternyata Kembar!

http://www.jadigitu.com/2012/12/kisah-bertemunya-wanita-kembar-yang.html

Bayi perempuan sering diberikan untuk diadopsi di Cina karena kebijakan Satu Anak. Anak laki-laki lebih dihargai di masyarakat Cina karena mereka membawa nama leluhur dan hukum waris lproperti pada anak.

Sumber:http://wisbenbae.blogspot.com/2012/12/kisah-pertemuan-wanita-kembar.html?m=1

Bukti Polisi Masih Memiliki Rasa Kemanusiaan

Bukti bahwa polisi juga masih punya rasa kemanusiaan
Jadigitu.com ~ Tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara pun, pandangan negatif akan sosok seorang polisi selalu saja ada. Namun, seorang polisi ini mendadak menjadi artis di Facebook karena kebaikan hatinya.

Seorang petugas kepolisian dari New York Police Department bernama Larry DePrimo mendadak menjadi artis di Facebook karena dia berbaik hati telah memberikan sepasang sepatu dan kaus kaki kepada seorang gelandangan yang waktu itu tidak mengenakan alas kaki.

Setiap tahunnya, di penghujung tahun di Amerika Serikat dan beberapa negara lain di dunia memasuki musim dingin. Dapat dibayangkan betapa sakitnya kaki gelandangan tersebut menahan hawa dingin yang menusuk tulang.

Ketika DePrimo mengetahui hal tersebut, dia mendatangi gelandangan itu dan duduk berlutut di dekatnya. DePrimo merasa kasihan dan bertanya ke gelandangan itu kenapa tidak menggunakan sepatu padahal cuaca sangat dingin. "Aku tidak pernah punya sepatu," kata gelandangan tersebut.

Tanpa banyak bicara, DePrimo bergegas menuju toko sepatu dan membeli dua pasang kaus kaki dan sepatu boot untuk segala cuaca. "Aku punya dua pasang kaus kaki dari wool dan sepatu boot untuk segala cuaca. Silakan dipakai karena sekarang sangat dingin," ungkapnya seperti yang dikutip Haffington Post (29/11).

Tidak hanya itu saja, DePrimo juga menawarkan untuk segelas kopi hangat, sayangnya gelandangan itu menolaknya. Pada saat yang sama, sepasang turis juga lewat di tempat tersebut. Merasa kejadian itu sangat jarang terjadi, maka mereka mengabadikannya dengan menggunakan handset miliknya.

Jennifer Foster dan suaminya yang berasal dari Arizona tersebut sengaja mendekat untuk
mengetahui siapa nama polisi yang baik hati itu. Setelah mengetahui namanya, maka Foster langsung mengunggahnya ke Fanspage NYPD disertai dengan penjelasan serta nama sang polisi.

Beberapa jam setelah kejadian itu, DePrimo tidak merasa ada sesuatu yang aneh. Namun, tiba-tiba temannya menelepon dan memberitahukan bahwa dia menjadi bahan perbincangan di Fanspage NYPD karena telah menolong gelandangan.

Sampai saat ini (30/11), foto DePrimo memberikan hadiah kecilnya untuk gelandangan tersebut mendapatkan like sebanyak 483,016 kali, dikomentari sebanyak 36,419 kali dan di-shares sebanyak 171,819 kali. Itu juga belum termasuk komentar yang terdapat di media-media online yang mengulas foto tersebut.

Foto DePrimo dan gelandangan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa cinta dan kasih sayang antar sesama manusia tidak dibatasi oleh status sosial, seragam, warna kulit dan apapun. Rasa tersebut tidak dapat dilatih karena semua manusia telah memilikinya hanya saja persentasenya berbeda.

Sumber:http://www.merdeka.com/dunia/bukti-bahwa-polisi-juga-masih-punya-rasa-kemanusiaan.html

Fatimah, Sosok Wanita Yang Paling Di Impikan

Jadigitu.com ~ MENJADI isteri seorang penguasa merupakan kebanggan dan impian mayoritas wanita. Selain memiliki prestise yang luar biasa, status sosial yang terhormat, menjadi isteri seorang pemimpin juga akan mendapatkan fasilitas yang serba lux dan kemudahan dalam administrasi.

Tak jarang ada sosok wanita yang haus akan kehormatan, gila akan gelimang materi dunia, memanfaatkan jabatan dan kekuasaan suaminya sebagai ajang menumpuk materi dengan menghalalkan segala cara. Inilah potret sebagian wanita dewasa ini, di republik negeri tercinta ini.

Sebagai renungan dan tolak ukur kezuhudan kita akan gemerlap dunia marilah sekilas kita melihat salah satu profil wanita yang bersahaja, melihat kemewahan dunia dengan apa adanya.

Wanita tersebut merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah peradaban islam, wanita yang turut andil mengibarkan panji-panji kebesaran islam, wanita yang sangat mulia status sosialnya yang tidak terpengaruh dengan materi, kekuasaan sejenak. Wanita tersebut dikenal dengan nama Fatimah binti Abdul Malik.

***
Fatimah merupakan satu-satunya anak  perempuan dari lima bersaudara dari khalifah Daulah Abbasyiah yang bernama Abdul Malik bin Marwan. Empat saudaranya yang laki-laki adalah Yazid, Hisyam, Maslamah dan Sulaiman.

Layaknya putri raja dan kepala Negara Islam, Fatimah pun mendapatkan kehormatan dan segala fasilitas yang mewah, hidup dengan penuh kasih sayang dan dimanja oleh kedua orangtuanya dan saudara-saudaranya.

Kebahagiannya menjadi sempurna dengan dipersunting oleh seorang lelaki yang terbaik pada zamannya, dari keluarga yang terhormat yang bernama Umar bin Abdul Aziz, beliau merupakan sosok yang hidup penuh dengan keglamoran dan kemewahan meskipun demikian ia merupakan sosok yang relegius dan sangat amanah. Mereka merupakan pasangan sejoli yang ideal dan romantis.

Puncak dari kebahagian mereka berdua adalah diangkatanya Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik ia dilantik pada hari jumat, bulan Shafar 99 H di kota Damaskus.

Ditunjuknya Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah karena Sulaiman bin Abd Malik memiliki putra yang masih kecil-kecil sehingga kekuasaan tersebut diberikannya kepada Umar bin Abdul Aziz yang telah dikenal akan perangainya.

Proses dan pelantikannya sebagai khalifah inilah yang merubah pola pikir dan pandangan hidup seorang Umar bin Abdul Aziz dari seorang yang hidup penuh keglamoran menjadi sosok yang sederhana, zuhud dan tampil sebagai salah satu pemimpin umat Islam yang terbaik.

Selama tiga hari masa pelantikan Umar bin Abdul Aziz menuju dan memperoleh pencerahan, ia dengan tegas menolak seluruh fasilitas istana yang diperuntukkan bagi seorang sultan.

Fatimah, sangat terkejut ketika mendengar berita bahwa khalifah baru yakni suaminya menolak segala fasilitas istana, ia hanya memilih menunggang keledai untuk kendaraan sehari-hari, membatalkan acara pelantikan dirinya sebagai khalifah yang akan diadakan besar-besaran dan penuh kemewahan.

Sungguh Fatimah heran dan tidak percaya mendengar berita tersebut karena ia sangat mengenal siapa suaminya, sosok yang sangat identik dengan kemewahan hidup mengapa secara tiba-tiba ia hendak berpaling dari kemewahan padahal tampuk kekuasaan kaum Muslimin baru saja di anugerahkan kepadanya.

Keterkejutannya semakin bertambah tatkala melihat suaminya pulang dari dari kota Damaskus, tempat ia dilantik sebagai khalifah umat Islam. Suaminya terlihat lebih tua tiga tahun dibandingkan tiga hari yang lalu tatkala ia berangkat ke kota Damaskus.

Wajahnya terlihat sangat letih, tubuhnya gemetaran dan layu karena menanggung beban yang teramat berat.

Dengan suara lirih Umar bin Abdul Aziz berkata dengan lembut dan penuh kasih-sayang kepada sang isteri tercinta, “Fatimah, isteriku...! bukankah engkau telah tahu apa yang menimpaku? Beban yang teramat dipikulkan kepundakku, menjadi nakhoda bahtera yang dipenuhi, ditumpangi oleh umat Muhammad Shallallahu ‘alahi Wassalam. Tugas ini benar-benar menyita waktuku hingga hakku  terhadapmu akan terabaikan, aku khawatir kelak engkau akan meninggalkanku apabila aku akan menjalani hidupku yang baru, padahal aku tidak ingin berpisah denganmu hingga ajal menjemputku.”

“Lalu, apa yang akan engkau lakukan sekarang?,” tanya Fatimah.

“Fatimah...! engkau tahu bukan, bahwa semua harta, fasilitas yang ada di tangan kita berasal dari umat Islam, aku ingin mengembalikan harta tersebut ke Baitul Maal, tanpa tersisa sedikitpun kecuali sebidang tanah yang kubeli dari hasil gajiku sebagai pegawai. Di sebidang tanah itu kelak akan kita bangun tempat berteduh kita dan aku hidup dari sebidang tanah tersebut, maka jika engkau tidak sanggup dan tidak sabar terhadap rencana perjalanan hidupku yang akan penuh kekurangan dan penderitaan maka berterus-teranglah, dan sebaiknya engkau kembali keorangtuamu!,” jawab Umar bin Abdul Aziz.

Lalu Fatimah kembali bertanya, “Wahai suamiku, apa yang sebenarnya membuat engkau berubah sedemikian rupa?”

“Aku memiliki jiwa yang tidak pernah puas, setiap yang kuinginkan selalu dapat kucapai, tetapi aku menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi yang tidak ternilai dengan apapun juga yakni surga. Surga adalah impian terakhirku, “jawab Umar bin Abdul Aziz lagi .

Fatimah yang notabene merupakan wanita yang terbiasa hidup mewah, dengan fasilitas yang disediakan dan pelayanan yang super maksimal ketika mendengar keputusan suaminya ia tidak kecewa, tidak menunjukan kekesalan dan keputus asaan. Dengan suara yang tegar dan mantap ia menegaskan, “Suamiku...!  Lakukanlah yang menjadi keinginanmu dan aku akan setia di sisimu baik di kala susah atau senang hinga maut memisahkan kita.”

Fatimah yang agung menjadi pendukung pertama gerakan perubahan yang akan dilakukan oleh suaminya yakni gerakan kesederhanan para pemimpin dalam kehidupan. Demi bakti dan keridhaan sang suami yang tercinta, ia rela meninggalkan kemewahan hidup yang selama ini dinikmatinya. Semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran, keikhlasan atas pondasi keimanan yang kuat.

Di rumahnya yang baru, Fatimah hidup dengan penuh kesederhanaan, pakaian yang dikenakan, makanan yang disantap tanpa ada kemewahan dan kelezatan semuanya tidak jauh dengan rakyat biasa. Padahal status yang mereka sandang adalah raja dan ratu seluruh umat Islam masa itu.

Begitu sederhananya konsep kehidupan yang mereka terapkan, banyak orang yang belum mengenalnya tidak menyangka bahwa mereka adalah pasangan penguasa umat Islam kala itu.

Diceritakan, suatu hari datanglah wanita Mesir untuk menemui khalifah di rumahnya, sesampai dirumah yang ditunjukkan ia melihat seorang wanita yang cantik dengan pakaian yang sederhana sedang memperhatikan seseorang yang sedang memperbaiki pagar rumah yang  dalam kondisi rusak.

Setelah perkenalan si wanita Mesir baru sadar bahwa wanita tersebut adalah Fatimah, isteri sang Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Ia pun menanyakan sesuatu hal,’’Ya Sayyidati, mengapa engkau tidak menutup auratmu dari orang yang sedang memperbaiki pagar rumah engkau?”

Seraya tersenyum Fatimah menjawab, “Dia adalah Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz yang sedang engkau cari.”

Istiqamah dalam KesederhanaanDengan hidup yang penuh kesederhanaan bahkan sering kali kekurangan, Fatimah tetap sabar dan setia mendampingi Umar bin Abdul Aziz. Suaminya. Ketika suaminya meninggal dunia, Fatimah kerap mencucurkan air mata, bukan karena khawatir kehidupannya akan bertambah sulit sepeninggalan suaminya yang hanya mewariskan sebidang tanah. Namun ia menangis karena ia cemas tanpa kehadiran suami di sisinya. Sanggupkah ia mempertahankan prinsip dan konsep hidup sederhana yang selama ini dibinanya dengan sang suami tercinta?

Bahkan Yazid, saudaranya sendiri yang diangkat menjadi khalifah menggantikan Umar bin Abdul Aziz pernah mengunjungi Fatimah dan hendak menyerahkan kembali seluruh perhiasan dan fasilitas yang telah mereka serahkan ke Baitul Maal tatkala Umar bin Abdul Aziz dilantik menjadi khalifah. Namun dengan tegas dan penuh keikhlasan hal tersebut ditolaknya seraya berkata, "Tidak, demi Allah, hal itu tidak akan aku terima, aku bukanlah jenis orang yang taat kepada suami tatkala ia hidup dan meningkarinya tatkala ia telah tiada. Aku melakukannya ikhlas karena Allah sebagai bentuk ketaatan kepada suamiku yang tercinta,” ujarnya.

Sungguh luar biasa. Inilah sosok wanita yang sempurna, wanita yang shalihah mampu memalingkan, memejamkan mata terhadap gemilau keindahan materi tatkala kemewahan tersebut ada didepan mata dan wanita idaman para Muslimah.

Kita berharap semoga sosok-sosok ini menjadi suri tauladan bagi para wanita, khususnya wanita yang berposisi sebagai isteri penguasa agar tampil menjadi fatiamah-Fatimah baru di era kontemporer ini.*/Hairuni, mahasiswa Tafsir Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sumber:http://www.zona-kita.com/2012/11/fatimah-wanita-idaman-semua-muslimah.html?m=1

Dari Inggris Ke Australia Dengan Bersepeda

http://www.jadigitu.com/2012/12/dari-inggris-ke-australia-dengan.html
Jadigitu.com ~ Brisbane -Oli Broom, 29 tahun, seorang penggemar kriket naik sepeda dari Inggris menuju Australia. Broom berangkat dari lapangan kriket, Lord's Cricket Ground di London pada 10 Oktober tahun lalu. Setelah menempuh lebih dari 25.000 kilometer dan melewati 23 negara di antaranya, Serbia, Turki, Sudan dan Malaysia selama 14 bulan, Broom akhirnya tiba di Brisbane, Australia pada 24 November lalu.

Broom melakukan aksi ini untuk menonton pertandingan kriket antara Inggris dan Australia atau yang dikenal dengan The Ashes. Selain itu, pria 29 tahun ini juga mengumpulkan donasi bagi Lembaga Penelitian Riset Syaraf di Inggris. 
Awalnya, Broom berangkat dengan 17 temannya, namun ketika sampai perbatasan Inggris-Prancis, mereka semua putar balik dan memilih pulang. "Saya lompat ke feri menuju Prancis dan mulai perjalanan dengan sepeda sesungguhnya dengan melintasi benua Eropa," kata Broom yang kuliah di Durham University jurusan Sastra Prancis dan Spanyol.

Selama di negara-negara persemakmuran yang mengenal kriket seperti Malaysia, Broom tak lupa untuk singgah dan bermain kriket untuk amal. "Saya sudah mengumpulkan dana 50 ribu dolar," kata pria yang menyukai nasi ini. "Saya juga membuat catatan perjalanan, rencananya akan saya jadikan buku."

Perjalanan Broom ini terinspirasi dari seorang teman sekolahnya yang lumpuh karena kepalanya terbentur dan salah satu syarafnya terganggu. Broom kemudian tergerak untuk mengumpulkan dana dengan bersepeda dari Inggris ke Australia, dia juga meninggalkan pekerjaannya sebagai surveyor.

Sumber:http://takunik.blogspot.com/2010/11/pria-ini-bersepeda-dari-inggris-ke.html?m=1

Rasanya Menjadi Penyiar Di Radio

Loading image...
Jadigitu.com ~Ternyata menjadi announcer bisa menjadi pintu agar kita bisa menjadi seorang yang populer. Ah masak sih? Ya iyalah karena secara langsung atau tidak langsung kita memiliki ratusan pendengar yang tiap hari kerjaanya ngedengerin informasi dari radio. And they are indeed your fans if you are the radio announcer. Tapi jadi radio announcer itu rasanya gimana?

Kata teman saya jadi radio announcer itu susah-susah gampang. Seorang radio announcer dituntut harus bisa nyerocos abis sampai liur kering. Terus juga harus sabar ngehadapin yang namanya pendengar yang kerjaannya komplain dan tidak peduli dengan kondisi si penyiar, soalnya pendengar tipe ini kerjaannya kritik mulu, gelarnya adalah pendengar bermulut tajam. Nah memasukin dunia radio broadcasting mesti ditantang dengan yang kayak ginian. Di samping itu, kalau loe ga paham bahasan topik obrolan pastinya ada moment beberapa menit dimana kamu ga punya bahan lagi untuk bicara. Malu kan rasanya, karena pendengar is listening at you. Kalau ga sabar and ga tahan dengan tantangannya, jangan harap bisa betah berlama-lama menjadi penyiar radio.

Tapi tidak semua hal yang kita temui hanya pahitnyaaaa saja. Jadi radio announcer itu ada banyak manisnya juga lho. First, kita bisa jadi artis, lha kan banyak fansnya. Kedua, kemampuan ngobrol atau berkomunikasi kita bisa jadi lebih terasah. Dan biasanya emang radio announcer itu memang dituntut untuk multi talenta, dalam artinya range obrolannya bervariasi, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, bahkan romance. hehehe.. Ketiga, you can step up your career, misalnya dari radio announcer menjadi TV presenter, karena memang kemampuan komunikasi seorang radio announcer sudah tidak diragukan lagi. Keempat, biasanya penyiar radio banyak menjadi tempat curhat pendengar, secara tidak langsung kita menjadi problem solver bagi masalah orang lain, kalau mereka puas kita juga pasti ikut senang. wehwehehe.. Terakhir pastinya membuka banyak pintu kesempatan untuk berkembang. Wah saya jadi kepengen juga nih jadi radio announcer, tapi suaranya cocok ga ya jadi announcer. Who knows.. Why not try.. hehehe..

-susi dwi hanifah-

Sumber:http://www.memobee.com/index.php?do=c.share_my_story&idms=407

Kisah Tukang Becak Yang Jadi Kaya Raya

Jadigitu.com ~ Bertahun-tahun lamanya Sanim menggantungkan nasib pada sebuah becak yang dimilikinya. Kini nasibnya berubah, ia menjadi jutawan dengan dua pabrik, tiga rumah, 10 mobil, dan dua kali haji dari usahanya itu.

http://www.jadigitu.com/2012/11/Kisah-Tukang-Becak-Yang-Jadi-Kaya-Raya.html
Sanim (60) merupakan seorang pengusaha asal Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia menjadi salah satu contoh warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.

Dua usaha yang ia jalani saat ini ialah pabrik pembuatan garam dan pupuk organik. Namun, nama Sanim lebih dikenal sebagai pengusaha garam ketimbang pengusaha pupuk organik.

Sekarang Sanim punya 10 mobil, tiga di antaranya mobil pribadi tipe Daihatsu Taruna, Honda Jazz, dan mobil pertama ketika dia beli tahun 1997, yaitu Daihatsu Espass, bangga sekali saya saat itu. Sisanya mobil angkut produksi, seperti Fuso.

Adapun beberapa jenis garam yang diproduksi, ialah jenis garam grosok (garam non-yodium masih berbentuk butiran besar dan kasar, biasanya dipakai untuk budidaya dan pengawetan ikan), garam dapur (konsumsi), dan garam industri untuk pabrik tekstil.

Sementara jenis pupuknya, yakni organik tipe KCL (Kalium clorida), fungsinya meningkatkan unsur hara Kalium di dalam tanah budidaya.

Kemampuan produksi kedua pabriknya, Samin mengaku, dalam setahun mampu memproduksi masing-masing 2.000 ton baik garam maupun pupuk organik dengan penghasilan bersih minimal mencapai Rp 400 juta per tahun.

Menimba Ilmu Dari Pabrik Garam

Sanim menceritakan, pada awalnya ketika masih sebagai tukang becak, ia sering mangkal di perapatan Jalan Cirebon. Di tempatnya mangkal, berdiri sebuah pabrik garam yang cukup besar.

Sanim pun tertarik untuk melamar kerja di pabrik tersebut, dengan harapan nasibnya bisa lebih baik. Beruntung, Ia diterima bekerja di situ.

Setelah dua bulan bekerja, Sanim pun berpikir, di daerahnya kan punya potensi garam, lalu kenapa dia tidak bisa membuat garam sendiri.

Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah Ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik apalagi tukang becak.

Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. Jadi bisa dikatakan cuma nimba ilmu di pabrik tersebut.

Ilmu yang diperolehnya, ialah cara membuat garam krosok. Samin pun menggarap empang peninggalan orang tuanya yang berada di belakang rumah Sanim untuk mencoba membuat garam.

Lama-lama usahanya berkembang, sampai yang awalnya usaha di halaman belakang rumah, lalu berkembang dan bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi, dan Sanim pun mampu mengantarkan keempat anaknya meraih gelar sarjana.

Petani garam umumnya memanfatkan empang atau kolam di dekat pantai. Caranya, dengan mengumpulkan air laut ke dalam empang. Lalu, dengan bantuan sinar matahari, air laut yang terkumpul tersebut akan menguap dan menghasilkan kristal-kristal bersenyawa Natrium klorida (NaCl).

Kristal NaCL itu dikumpulkan oleh petani, lalu dibersihkan berulang kali dari kotoran yang melekat hingga menjadi butiran halus dan kecil namun non-yodium.

Itu dulu, kini selain memproduksi sendiri garam krosok, Ia juga membelinya dari petani garam di sekitar Cirebon. Dengan kisaran harga beli sekitar Rp 400 per kilo gram.

Harga belinya murah disebabkan garam yang diterima masih sangat kotor dan berwarna hitam. Kemudian Ia cuci kembali dengan alat seadanya.

Akhirnya, Ia memutuskan untuk membeli alat pencuci khusus garam krosok seharga Rp 20 jutaan. Lebih efisien dan garam krosok bisa dibersihkan dengan cepat. Ia pun menjual garam itu ke industri, pertanian, dan perikanan. Di beberapa iklan promosi yang beredar di internet, harga jual garam krosok bersih bisa mencapai Rp 810.

Peralatan produksi garamnya pun masih menggunakan mesin tradisional. Menurutnya, ini warisan budaya setempat. Lagi pula. Ia menganggap, mesin tradisional lebih tahan lama dan tidak menimbulkan bising ketimbang mesin modern berbahan besi.

Mesin tradisional ini lah yang digunakan sanim, mengolah garam krosoknya menjadi garam beryodium dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

Memanfaatkan KUR
Lambat laun, Sanim pun mulai berpikir untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi dari yang Ia jalani sekarang. Pada 2010, ia memutuskan, menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan perbankan BUMD Jawa Barat, yakni Bank BJB (Bank Jabar Banten).

Sebelumnya, Ia hanya memanfaatkan jasa bilyet giro Bank BJB untuk bertransaksi dengan pembeli luar kota. "Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke Bank BCA, tapi waktu itu ditolak. Setelah itu akhirnya kita ke bank BJB. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana," katanya bercerita saat kesulitan memperoleh dana usaha.

Untuk menghasilkan 2.000 ton garam, paling tidak Sanim harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 1 miliar. Untuk itu, Ia sangat membutuhkan suntikan dana bank untuk memperlancar arus produksinya. Ia mengaku, tidak pernah mengalami kredit macet selama meminjam ke bank.

Bank BJB memberikan akses kemudahan bagi para pengusaha mikro melalui jalur KUR. Salah satu langkah BJB, ialah meluncurkan suatu program bernama 'Warung BJB'. Warung tersebut semacam bank keliling khusus untuk menyalurkan pembiayaan usaha mikro.

Kini, 430 Warung BJB tersebar di pasar-pasar tradional di beberapa wilayah Jawa Barat dan Banten. Khusus kredit (KUR) masih fokus di Jawa barat dan Banten. Ini karena untuk menyalurkan kredit, pihak Bank harus tahu dulu customernya.

Biasanya, pengusaha mikro yang datang ke BJB untuk mengajukan KUR, didiskusikan terlebih dahulu, bank pun bisa langsung mencairkan dananya. Asalkan pengusaha punya tempat usaha tetap.

Bank BJB memberi dana mulai paling kecil yankni Rp 2 juta hingga yang paling besar sampai Rp 50 juta. Begitu tumbuh, lalu akan dinaikan kembali levelnya sampai RP 100 juta. lalu begitu tumbuh lagi, dinaikan kembali level pinjamannya.

Rhenald Kasali Tentang Sanim
Guru Besar FEUI sekaligus penggiat Rumah Perubahan kewirausahaan Rhenald Kasali mengatakan, banyak sekali orang yang menjadi tukang becak selama 20 tahun dan bahkan hingga akhir hayatnya.

"Tapi Pak Sanim berubah, justru Pak Sanim melihat dirinya ada potensi. Dan sekarang Pak Salim menjadi pengusaha besar di bidang garam. Ketika sebagian besar orang justru ingin impor garam. Pak Sanim berkutat untuk menyelamatkan garam Indonesia.

Rhenald menyebut Sanim dan pengusaha mikro sejenis adalah para "Pengusaha kracking". Para pengusaha yang awalnya bukan dari kalangan keluarga pengusaha, namun mereka nekat keluar dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada umumnya. 
Sumber:

Cerita Singkat Pelecehan di Kendaraan Umum

Headline
Jadigitu.com ~ Di atas sebuah bus yang penuh penumpang, tangan seorang hidung belang paroh baya meraba paha seorang wanita muda yang mengenakan rok hijau.

Wanita muda itu memaki-makinya, "Kamu ini betul-betul si bandot tua, sudah berumur tapi tangannya masih jahil dan tidak tahu diri."

"Tanganku memegang tiang pegangan, karena merasa terlalu nyeri maka dengan tak sengaja terlepas jatuh dan mengenai pahamu, masa urusan kecil seperti ini membuat gusar dirimu sedemikian rupa," kata di hidung belang.

Wanita muda itu berkata lebih lanjut: "Lalu mengapa kamu meraba pahaku untuk kedua kalinya?"
Si hidung belang menyusul berkata: "Saat aku coba menarik tanganku dari celah-celah himpitan orang banyak, dengan tak sengaja tanganku sekali lagi menyentuh pahamu, hehehe..."

Sumber:http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1872708/pelecehan-di-kendaraan-umum

Kisah Penyumbang 44 Milyar Dan Tinggal di Gubuk Kecil

Jadigitu.com Beramal dengan mengorbankan semua kekayaannya pasti sangat, dan sangat jarang terjadi di era modern sekarang. Karl Rabeder, bisa dibilang satu contoh nyata yang melakukan hal tersebut. Ia sumbangkan kekayaannya sebesar 4,7 juta dolar (lebih dari 44 milyar Rupiah) demi kemanusiaan.


Sejak tahun 2010, kisah Karl Rabeder menjadi cerita inspiratif paling populer tentang "uang bukanlah segalanya". Hal ini sama seperti kisah Ahmadinejad, Presiden Iran paling bersahaja di dunia. Kekayaan Rabeder kini disumbangkan untuk memerangi kemiskinan di Amerika Selatan.
http://www.jadigitu.com/2012/10/kisah-penyumbang-44-milyar-dan-tinggal-di-gubuk-kecil.html
Rabeder sebenarnya bertumbuh dalam keluarga miskin Austria yang menjadi pemicu untuk bekerja keras dan mencari materi sebanyak mungkin agar terlepas dari kesulitan ekonomi. Pada sebuah wawancara, ia mengakui pada awalnya uang adalah segalanya. Uang yang memungkinkan ia bisa melanjutkan kuliah - orang tuanya tak sanggup membiayai sekolahnya, singkatnya uang satu-satunya cara mencapai kebebasan.

Mimpi menjadi konglomeran akhirnya tercapai. Ia memiliki vila indah di Alpine, dengan mudah mengendarai Audi A8, berwisata keliling dunia ke mana pun ia mau.

Namun, belakangan ia terus mendengar suara yang menyuruhnya menghentikan apa yang dia lakukan. Ia mulai merasa seperti budak yang bekerja untuk hal-hal yang tidak benar-benar diinginkan atau butuhkan.

Perasaan ini terus berkecamuk dalam dirinya. Ia harus melakukan sesuatu, tetapi belu ada keberanian untuk melakukannya. Hingga akhirnya ia membuat keputusan besar saat berlibur ke Hawaii.

Sepulang dari liburannya, ia menjual tiket lotre seharga USD 134 dengan hadiah utama: rumah mewahnya di Alpine. Ia juga menjual koleksi glider (pesawat terbang ringan), Audi A8, dan perusahaan desain interior yang membuatnya jadi jutawan. Kemudian ia mendirikan yayasan MyMicroCredit, semua uangnya diberikan pada yayasan ini untuk membantu orang di negara-negara dunia ketiga (khususnya Amerika Selatan).
Sekarang, bagaimana kehidupan Rabeder setelah kehilangan semua kekayaannya? Ia hanya hidup dengan penghasilan USD 1,350 per bulan.

Saat menjadi konglomerat ia tinggal di rumah mewah seluas 321 meter persegi di daerah Telfs Tyrolean. Kini ia hidup dalam kabin kayu 19 meter persegi. Kegiatannya lebih banyak habis sebagai pembicara seminar bertema  "Kebahagiaan bisa dipelajari" atau "Cukup uang untuk menjadi bahagia".

Dibalik pengorbanan Karl Rabeder yang begitu besar, terdapat sosok istri yang selalu mendukung tindakannya. Terbiasa hidup dalam kemewahan, tentu begitu hebat sosok wanita pendamping suami yang mau kehilangan segalanya.

Selain itu, tentu susah bagi kebanyakan kita di sini untuk menghabiskan semua harta kita atas nama kemanusiaan. Namun, bila semua orang mau membayar pajak, sumbangan, dan zakat sekaligus tersalurkan sebagaimana mestinya, seharusnya kemiskinan bisa diminimalisir dan menjadikan Indonesia lebih baik....ah, seandainya...

Penyumbang Emas di Puncak Api Tugu Monas

Jadigitu.com ~ Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia, Teuku Markam.
http://www.jadigitu.com/2012/09/penyumbang-emas-di-puncak-api-tugu-monas.html

Orang-orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markam-lah saudagar yang dimaksud itu.

Itu baru segelintir sumbangan Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Sumbangsih lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia.

Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.
http://www.jadigitu.com/2012/09/penyumbang-emas-di-puncak-api-tugu-monas.html

Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia.

Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto.

Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama.

Tahun 1985 ia meninggal dunia. Aktivitas bisnisnya ditekan habis-habisan. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir.

Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.

Mengenal Lebih Dekat Sosok Teuku Markam?

Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu.

Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).
http://www.jadigitu.com/2012/09/penyumbang-emas-di-puncak-api-tugu-monas.html
Teuku Markam
Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain.

Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis.

Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menangani masalah perekonomian Indonesia.

Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), ia kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena “disiriki” oleh orang lain.

Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi.

Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya.

Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor – impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno.

Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.

Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain.

Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.

Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.

Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan.

Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba, Jl. Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa-jasa baik dari sejumlah teman setianya.

Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada kompensasi apapun dari pemerintahan Orba. “Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak-haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya,” kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam.

Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT. PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI.

Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari.

Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Dijajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus “pinjaman” yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT. PP Berdikari. Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan.

Proyek Bank Dunia
Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT. Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto.

Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen – Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.

Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam “dianggap” angin lalu.

Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang. 
http://justbloge.blogspot.com/2012/09/orang-yang-menyumbang-emas-di-puncak.html.

⇨
 
Oh-Gitu © 2012 | Template By Arsip Sehat myfriend: Blog Asalasah | Asalasah.net | BigCendol | egp