Setelah mengetahui berbagai ciri kamu seorang perfeksionis disini "47 Tanda Kamu Seorang Perfeksionis" Sekarang ketahui juga beberapa tips yang sebaiknya kamu lakukan jika dirimu termasuk orang yang perfeksionis. Karena sebenarnya perfeksionis itu tidak baik juga lo. perfeksionisme bisa menghambat kemampuanmu untuk bisa melakukan yang terbaik. Kesempurnaan itu tidak ada. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata. Berikut tips-tipsnya:
1. Jadilah orang biasa untuk sehari saja. Biarkan dirimu tidak rapi, terlambat, tidak lengkap…tidak sempurna. Lalu, rayakan kesuksesanmu.
2. Ikutilah aktivitas-aktivitas yang tidak ada penilaiannya—aktivitas-aktivitas yang berfokus pada proses,bukan hasil akhir.
3. Ambillah risiko. Ikutlah dalam sebuah pelatihan yang terkenal karena isinya menantang. Cobalah memulai pembicaraan dengan seseorang yang tidak kamu kenali. Kerjakan sebuah tugas atau belajar dalam menghadapi sebuah tes tanpa berlebihan. Ubahlah kebiasaanmu pada pagi hari. Mulailah hari-harimu tanpa rencana yang jelas.
4. Beri izin pada dirimu sendiri untuk membuat paling sedikit tiga kesalahan setiap harinya.
5. Berhenti menggunakan kata “harus” pada saat bicara pada diri sendiri. Tinggalkan kata “Aku seharusnya” saat berbicara.
6. Ceritakan kelemahanmu atau keterbatasan yang kamu miliki kepada seorang teman. Yakin deh, temanmu itu tidak akan menganggap dirimu lebih jelek daripada sebelumnya.
7. Sadari bahwa pengharapanmu atas dirimu sendiri mungkin terlalu tinggi, bahkan tidak realistis.
8. Kenanglah berbagai keberhasilanmu pada masa lalu. Tulislah bagaimana hal-hal itu membuatmu merasa nyaman.
9. Tanya seorang teman untuk membantumu “menyembuhkan” sifat perfeksionismu itu. Mungkin mereka bisa
memberikan tanda atau kata tertentu saat mereka menyadari bahwa kamu sedang bertingkah laku sebagai seorang perfeksionis.
10. Sadari bahwa dirimu manusia juga. Akan terasa tidak terlalu sepi kalau kita mau menerima ketidaksempurnaan yang ada pada diri kita sendiri dan diri orang lain, dan menerimanya sebagai bagian dari kehidupan.
11. Kalau kamu perlu bantuan, bicaralah dengan guru BP di sekolah/kampusmu atau dengan seorang psikolog. Jelaskan situasi yang kamu hadapi dan mintalah saran-saran.




.png)

